EMEP-GES Di Pengelolaan Lingkungan Pertambangan


Oleh: Dr. Ir. M. Sonny Abfertiawan,  Reza Putra Pratama, S.T.,  Widia Rahmawati Pahilda, S.T., dan Suci Fitriana Br Bangun, S.T. (GES Environmental Engineer)

 


Industri pertambangan memiliki karakteristik lingkungan yang sangat unik dan dapat berbeda-beda di setiap lokasi penambangan (Site-Specific). Di area pertambangan dengan menerapkan metode tambang terbuka (Open Pit Mining), kondisi lingkungan sangat bergantung pada kegiatan penggalian dan penimbunan batuan penutup (overburden material) atau batuan sisa (waste rock). Kegiatan penggalian dan penimbunan dapat berpotensi merubah morfologi suatu area dengan luasan tertentu. Perubahan morfologi ini tentunya berdampak secara langsung terhadap hidrologi karena adanya perubahan daerah tangkapan. Selain itu, keberadaan material yang berpotensi membentuk asam (Potential Acid Forming/PAF) maupun kekeruhan tinggi atau erosi berpotensi memberikan dampak terhadap penurunan kualitas air permukaan. Perubahan baik dari aspek hidrologi maupun kualitas berpotensi terjadi secara dinamis mengikuti kemajuan kegiatan penambangan yang ada. Oleh karena itu, pemantauan lingkungan menjadi salah satu kegiatan yang penting untuk dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan.

Karakteristik industri pertambangan (tambang terbuka) memberikan tantangan tersendiri dalam pengelolaan lingkungan khususnya pengelolaan air tambang. Pada umumnya, perusahaan pertambangan melakukan pengelolaan air tambang dengan menggunakan pendekatan daerah tangkapan hujan. Hal ini tentunya dengan mempertimbangkan kegiatan penggalian dan penimbunan yang dilakukan selama operasi penambangan. Gambar 1 menunjukkan ilustrasi pengelolaan air tambang yang umumnya dilakukan di area pertambangan dengan metode tambang terbuka. Sistem pengolahan air tambang dibangun di hilir dari daerah tangkapan yang merupakan area pertambangan sebelum dialirkan menuju ke badan air penerima.

Gambar 1 Tipikal Sistem Pengelolaan Air Tambang di Tambang Terbuka

Pada tambang terbuka batubara, water monitoring point (WMP) dapat berjumlah cukup banyak, sangat tergantung pada rencana penambangan dan daerah tangkapan yang terganggu. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam kegiatan pengelolaan lingkungan, khususnya pemantauan kualitas air tambang yang telah diolah untuk memastikan air yang masuk kedalam badan air penerima sudah memenuhi baku mutu lingkungan yang berlaku.

Air tambang yang ditimbulkan dari kegiatan penambangan batubara maupun mineral berpotensi memiliki kualitas yang rendah. Di beberapa lokasi penambangan, pH air tambang dapat mencapai kurang dari pH 2 dengan konsentrasi logam terlarut yang relatif tinggi. Di jenis penambangan lainnya, pH air dapat bersifat sangat basa. Hal ini tentu menjadi pertimbangan dalam penentuan jenis teknologi pemantauan yang dipilih sehingga teknologi tersebut dapat digunakan dalam periode yang panjang (long term durability).

Selain itu, pengelolaan lingkungan di area pertambangan khususnya terkait dengan air tambang memiliki tantangan terhadap lokasi water monitoring point. Pertambangan batubara maupun mineral berpotensi dilakukan di area yang relatif luas. Hal ini dapat menyebabkan lokasi pengolahan dan water monitoring point memiliki jarak yang relatif jauh dari kantor operasional. Tantangan ini ditambah dengan jumlah water monitoring point yang cukup banyak dan berjauhan satu sama lain. Jarak yang relatif jauh tersebut dinilai cukup menyita waktu jika pemantauan dilakukan secara manual. Petugas lapangan akan membutuhkan waktu yang relatif lama untuk mengumpulkan data dari satu titik ke titik pemantauan lainnya. Ini menjadi salah satu pertimbangan GES dalam pengembangan Environmental Monitoring and Evaluation Program (EMEP).

EMEP (Environmental Monitoring and Evaluation Program) merupakan inovasi terbaru dari Ganeca Environmental Services. Program ini dikembangkan untuk menjawab tantangan pengelolaan lingkungan yang dihadapi oleh banyak perusahaan di Indonesia. EMEP adalah layanan terintegrasi dalam pemantauan dan evaluasi lingkungan dengan mengintegrasikan aspek pemanfaatan teknologi yang tepat dan handal, inovasi, dan profesionalitas. Pemantauan lingkungan sendiri memiliki peran strategis dalam mengevaluasi sistem pengelolaan lingkungan eksisting yang dapat digunakan sebagai landasan dalam melakukan peningkatan performa. Pemantauan lingkungan dilakukan oleh perusahaan, salah satunya untuk memenuhi kewajiban terhadap peraturan pemerintah. Kenali EMEP lebih dalam pada artikel ini (Program EMEP GES Jawab Tantangan Permen LHK 93/2018).

Oleh karena itu, untuk menjawab tantangan tersebut, terdapat beberapa alternatif metode yang dapat digunakan dalam pengumpulan data pemantauan di area pertambangan. Gambar 2 dan 3 menunjukkan ilustrasi dua metode yang dapat digunakan untuk pengumpulan data pemantauan.

GES mengembangkan alternatif dalam Integrated Monitoring System EMEP. Dalam sistem ini terdapat beberapa komponen peralatan diantaranya multiparameter probe/sensors (sonde) yang dihubungkan dengan telemetry sehigga dapat diakses secara realtime dari jarak jauh. Sumber energi internal pada sistem ini berasal dari battery 3 D dan 8 C cell yang dapat diganti atau diisi ulang dengan memanfaatkan penggunaan energi eksternal dari solar panel.

Pengambilan data dapat dilakukan secara onsite ataupun remote. Pengambilan data secara onsite: Melalui internal memory (USB) dan Bluetooth (dapat dilihat pada Gambar 3 kiri). Pengambilan data secara remote: Data dikirim menggunakan telemetry ke cloud service kemudian dapat diakses melalui PC atau smart phone (dapat dilihat pada Gambar 10 kanan). Untuk pengambilan secara remote, jika tidak terdapat sinyal maka dapat dilakukan menggunakan satelit atau penambahan alat penguat sinyal.

Gambar 2 Metode dalam Penerapan Integrated Monitoring System di Program EMEP GES

Gambar 3 Dua Alternatif Pengambilan Data Pemantauan

Ganeca Environmental Services berkomitmen untuk memberikan alternatif teknologi pemantauan yang terbaik, handal, dan tepat sesuai dengan karakteristik lingkungan di area operasional mitra perusahaan. Pemilihan teknologi yang tepat akan menentukan kualitas data yang dihasilkan sehingga dapat memberikan pengaruh secara langsung terhadap evaluasi dan rekomendasi yang tepat.

 


Disclaimer: You may use and re-use the information featured in this website (not including GES logos) without written permission in any format or medium under the Fair Use term. We encourage users to cite this website and author’s name when you use sources in this website as references. You can use citation APA citation format  as standard citation format. Any enquiries regarding the use and re-use of this information resource should be sent to [email protected]

Related Posts

Write a comment