GES Rancang Bangun Mobile Wastewater Treatment

Air limbah domestik merupakan air limbah yang timbul dari aktifitas manusia, yaitu mandi, cuci, kakus, dan dapur baik di perumahan, perkantoran, restoran, dll. Secara kuantitas, timbulan air limbah domestik memiliki volume yang lebih besar jika dibandingkan dengan air limbah dari kegiatan industri. Di beberapa kota besar, beban organik air limbah domestik dapat mencapai kurang lebih 60 hingga 70% dari beban organik total air limbah yang ada di kota tersebut. Sebagai upaya melakukan perlindungan lingkungan, beberapa daerah di Indonesia telah mengeluarkan peraturan yang terkait dengan pengelolaan air limbah domestik. Peraturan-peraturan tersebut dikeluarkan sebagai pedoman bagi perseorangan maupun instansi/perusahaan dalam pengelolaan dan pengolahan air limbah sehingga potensi dampak terhadap lingkungan dapat diminimalkan. Pada tingkatan nasional, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KHLK) telah mengeluarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kepmen LHK) No. 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik yang harus dipenuhi sebelum air limbah domestik tersebut dibuang ke badan air penerima. Peraturan ini dinilai lebih ketat dibandingkan dengan regulasi sebelumnya sehingga menjadi tantangan bagi perusahaan dalam pengelolaan air limbah domestiknya.

Tidak hanya di perkotaan, industri/perkantoran juga saat ini menunjukkan kepeduliannya terhadap pengelolaan air limbah domestik. Ganeca Environmental Services bersama dengan PT. Kideco Jaya Agung saat ini bekerjasama untuk mengembangkan sistem pengelolaan air limbah domestik di area kerja Kideco Jaya Agung. Kideco Jaya Agung, sebagai salah satu perusahaan tambang batubara besar di Indonesia, melakukan peningkatan pengelolaan limbah domestik dari sistem setempat menjadi sistem terpusat. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, GES diberikan amanah untuk merancang bangun Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD). GES merancang IPALD dengan konsep Mobile atau dapat dipindah-pindahkan. Hal ini dilakukan karena lokasi perkantoran dan mess karyawan saat ini akan pindah seiring dengan rencana pengembangan area pertambangan.

Mobile Wastewater Treatment Plant (MWTP) GES dirancang untuk mengolah air limbah yang bersumber dari perkantoran, mess, dan dapur umum. Dengan menggunakan metode pengolahan extended aeration, MWTP ini memiliki kemampuan untuk mereduksi material organik hingga mencapai lebih dari 90%. Selain itu, MWTP dirancang untuk  dapat dioperasikan secara otomatis dengan memanfaatkan parameter-paramater kontrol. Lumpur yang dihasilkan dari proses pengolahan air limbah dirancang untuk dapat dimanfaatkan dalam kegiatan nursery sebagai bagian dari reklamasi area pertambangan. Untuk mendukung upaya pemanfaatan lumpur tersebut, MWTP dirancang dengan menggunakan Bagging System sehingga solid handling dapat lebih mudah untuk dilakukan. Diharapkan MWTP ini dapat mewujudkan dan meningkatkan komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas lingkungan di area kerja. Hal ini juga sebagai komitmen perusahaan dalam memenuhi atau menjalankan amanah Undang-undang No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH). – (GES)

————————–

Disclaimer: You may use and re-use the information featured in this website (not including GES logos) without written permission in any format or medium under the Fair Use term. We encourage users to cite this website and author’s name when you use sources in this website as references. You can use citation APA citation format  as standard citation format. Any enquiries regarding the use and re-use of this information resource should be sent to [email protected]