Hari Menanam Pohon Indonesia

Momentum Menyadarkan Masyarakat Akan Pentingnya Pohon


Oleh: Widia Rahmawati Pahilda, S.T.  (GES Environmental Engineer)

A Junior Engineer at PT. Ganeca Environmental Services. Have interest in water and solid waste management. Loves movie, novel, and sunset.


Jika berbicara tentang pohon maka kita juga harus membicarakan tentang hutan, karena vegetasi utama penyusun hutan adalah pohon. Mengingat tingginya angka deforestasi di Indonesia, oleh karena itulah kegiatan menanam pohon ini harus terus dikampanyekan. Makna dari deforestasi sendiri menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan (KLHK), merupakan perubahan kondisi penutupan lahan dari hutan menjadi bukan hutan (termasuk perubahan untuk perkebunan, pemukiman, kawasan industri, dan lain-lain). Sehingga dengan dilakukannya deforestasi maka pohon-pohon yang terdapat dihutan harus ditebang agar hutan dapat dialih fungsikan.

Dikutip dari majalah Intip Hutan, interpretasi citra satelit landsat Forest Watch Indonesia (FWI) menunjukkan bahwa dari tahun 2009-2013 laju deforestasi di Indonesia sekitar 1,13 juta hektare per tahun. Sedangkan dilansir dari laman www.wwf.or.id, dari data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kehutanan menunjukkan 42 dari 130 juta hektar hutan yang tersisa di Indonesia sudah habis ditebang. Sementara, menurut laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tahun 2013, terdapat 26 perusahaan pertambangan dan perkebunan yang melakukan penebangan hutan secara ilegal dan mengakibatkan kerugian negara sekitar 7,7 juta dollar AS (Phelp., dkk, 2017).

Berdasarkan Keputusan Presiden RI nomor 24 tahun 2008, menetapkan bahwa setiap tanggal 28 November diperingati sebagai hari menanam pohon Indonesia (HMPI). Keputusan tersebut sekaligus menjadi amanat kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk minimal menanam satu pohon atau yang dikenal dengan istilah “One Man One Tree”.  Maka dari itu, melalui momentum peringatan hari menanam pohon yang diperingati setiap tahun ini, diharapkan dapat menyadarkan masyarakat akan pentingnya keberadaan pohon. Contoh sederhana manfaat dari kehadiran pohon yang masyarakat dapat rasakan yaitu sebagai tempat berteduh dikala cuaca sedang panas. Lebih jauh pohon memiliki peran sebagai penyerap CO2 dan mengeluarkan O2, pencegah longsor, konservasi mata air, peredam kebisingan, dan penyerap karbon. Bahkan, pohon yang memiliki daun lebar diyakini dapat menyerap bahan-bahan pencemar udara. Karbondioksida dan timbal akan ditangkap oleh sel-sel daun untuk kemudian diolah dalam proses fotosintesis (Martuti, 2013).

DAFTAR PUSTAKA

  • Kehutanan. Diambil dari:
  • https://www.wwf.or.id/tentang_wwf/upaya_kami/forest_spesies/tentang_forest_spesies/kehutanan/ (23 November 2017).
  • Forest Watch Indonesia. 2015. Nasib Hutan Indonesia. Bogor: Intip Hutan Edisi Februari 2015.
  • Martuti, Tri, Kariada, Nana. 2013. Peran Tanaman terhadap Pencemaran Udara di Jalan Protokol Kota Semarang. Semarang: Jurnal Biosaintifika Berkala Ilmiah Biologi. Vol. 5. No.1 tahun 2013.
  • Phelps, Jacob., dkk. 2014. Valuasi Lingkungan di Indonesia Implikasi pada Kebijakan di Kehutanan, Pertanggung-Jawaban Hukum dan Estimasi Kerugian Negara. Brief CIFOR . No. 12, Oktober 2014. Diambil dari: http://www.cifor.org/publications/pdf_files/brief/5289-brief.pdf  (23 November 2017)
  • Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2015. Statistik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2015. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

 


Disclaimer: You may use and re-use the information featured in this website (not including GES logos) without written permission in any format or medium under the Fair Use term.
We encourage users to cite this website and author’s name when you use sources in this website as references. You can use citation APA citation format  as standard citation format.
Any enquiries regarding the use and re-use of this information resource should be sent to [email protected]

Related Posts

Write a comment