Hari Peduli Sampah Nasional


Oleh: Suci Fitriana br Bangun, S.T., (GES Environmental Engineer)

A graduate from UNPAS (Universitas Pasundan) Bandung and currently working on PT Ganeca Environmental Services Bandung as Junior Environmental Engineer. Has an interest in water and wastewater management, solid waste management, and social interaction with other people. Has hobby traveling, outdoor activity, camping, and cooking.


Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati setiap tanggal 21 Februari yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup untuk pertama kalinya pada tahun 2006.

Sejarah peringatan HPSN didasarkan pada tragedi yang terjadi di TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat pada tanggal 21 Februari 2005. Peristiwa tersebut terjadi diakibatkan curah hujan yang tinggi dan ledakan gas metana pada tumpukan sampah yang mencapai 50-70 meter. Tragedi longsor sampah di TPA Leuwigajah mengakibatkan ratusan jiwa tewas dan kampung Cilimus dan Kampung Pojok hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah.

Peristiwa ini menggegerkan masyarakat Indonesia khususnya, umumnya masyarakat dunia, dan memberikan kesadaran kepada banyak pihak mengenai pentingnya pengelolaan sampah supaya tidak menjadi bumerang pada masyarakat yang berperan sebagai produsen sampah itu sendiri.

Terkait pengelolaan sampah Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

Siti Nurbaya Bakar, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengajak semua pihak untuk mengkampanyekan gerakan “Sayangi Bumi, Bersihkan dari Sampah!” di media sosial melalui tagar #BersihBisaKok. Beliau berharap HPSN bisa menjadi tonggak perubahan demi mewujudkan Indonesia bersih dari sampah. Dalam menyongsong HPSN 2018, dilakukan dua kegiatan utama.

Kegiatan pertama, Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS) yang dilaksanakan di seluruh Indonesia dengan tema “Sayangi Bumi, Bersihkan dari Sampah” pada tanggal 21 Januari 2018 sampai 21 April 2018 dengan pelaksanaan puncak peringatan pada tanggal 21 Februari 2018. Kegiatan kedua dilakukan kegiatan dialog dengan komunitas di tujuh kora besar di Indonesia serta Rakernas dan Rakornas Persampahan.

Masyarakat, aktivis, komunitas, LSM, tokoh-tokoh adalah aktor utama dalam pelaksanaan pengelolaan sampah mulai dari sumber hingga TPA. Pengelolaan sampah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat dari rumah diantaranya :

  1. Membeli barang sesuai kebutuhan
  2. Menerapkan program 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang berarti mengurangi sampah dari sumber dengan cara membawa tempat minum atau tempat makan, menggunakan kembali barang yang bisa dipakai, dan mendaur ulang sampah.
  3. Memilah sampah minimal sampah yang dapat didaur ulang dengan sampah yang tidak dapat didaur ulang.
  4. Mengurangi penggunaan plastik

Upaya pengelolaan sampah lainnya masih banyak yang dapat dilakukan. Hal terpenting adalah mengurangi sampah dari sumber yaitu manusia yang berperan sebagai produsen sampah itu sendiri. Mari melakukan perubahan pada diri sendiri, karena perubahan kecil akan berdampak baik kedepannya. Selamat Hari Peduli Sampah Nasional.


Disclaimer: You may use and re-use the information featured in this website (not including GES logos) without written permission in any format or medium under the Fair Use term. We encourage users to cite this website and author’s name when you use sources in this website as references. You can use citation APA citation format  as standard citation format. Any enquiries regarding the use and re-use of this information resource should be sent to [email protected]

Related Posts

Write a comment