International Seminar on Current Development on Mine Reclamation and Mine Water Management 2017


Oleh: Suci Fitriana br Bangun, S.T., &  Reza Putra Pratama, S.T. (GES Environmental Engineer)

 


Pada tanggal 11-12 September 2017, SEAMEO BIOTROP mengadakan seminar dengan tema “International Seminar on Current Development on Mine Reclamation and Mine Water Management” yang diselenggarakan di Kota Palembang. Ganeca Environmental Services berkesempatan untuk ikut hadir dalam seminar tersebut dengan mengutus dua staff yakni Suci Fitriana br Bangun dan Widia Rahmawati Pahilda.

Secara umum, acara tersebut dibagi menjadi 2 kategori kegiatan. Pada hari pertama kegiatan dilakukan dengan penyampaian materi seminar oleh pembicara dari dalam negeri dan luar negeri yakni Prof. Morag McDonald, Dr. Paula, William T. Perkins, Graham Bird, dan lainnya. Pada hari kedua peserta seminar mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke PT Bukit Asam (PTBA) yang berlokasi di Tanjung Enim dengan menempuh perjalanan 5 sampai 6 jam dari Kota Palembang.

Pembukaan acara diisi dengan sambutan dari Direktur SEAMEO BIOTROP, Perwakilan dari jajaran Rektor Universitas Sriwijaya, General Manager PT Bukit Asam, Direktur Teknik dan Lingkungan Pertambangan Kementerian ESDM. Kegiatan seminar secara resmi dibuka oleh Global Innovation Initiative (GII) Coordinator. Seminar ini dihadiri oleh berbagai profesional dari perusahaan-perusahaan pertambangan di Indonesia diantaranya PT Bukit Asam, PT Dwinad Nusa Sejahtera, PT Bumi Sawindo Permai, PT Jorong Barutama Greston, dan lain-lain.[/vc_column_text]

Gambar 1. Kegiatan seminar secara resmi dibuka oleh perwakilan dari Global Innovation Initiative (GII)

Sesi pertama ada 7 materi yang disampaikan dari berbagai narasumber, yaitu :

  1. Current Indonesian Government Polidy and Chalenge of Mine Reclamation in Forest Area disampaikan oleh Dr. Ir. Muhammad Firman, M.For.Sc. dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
  2. Managing Reclamation and Mine Closure : A Regulatory Framework disampaikan oleh Prof. Rudy Sayoga Gautama dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementrian ESDM.
  3. The Role of the Coal Authority in the UK and Indonesia oleh Dr. William Perkins disampaikan dari Aberystwyth University
  4. Essential Oil Bearing Tree and Crop Species As Pioneer Vegetation to Enhance Productivity of Ex-mine Site in Early Stage disampaikan oleh Dr. Irdika Mansur dari SEAMEO BIOTROP
  5. Acid Mine Drainage Management Through Development of Wetlands disampaikan oleh perwakilan dari PT Bukit Asam
  6. Composting and soil amelioration Perspectives from the UK and Indonesia oleh Prof. Morag McDonald dan Dr. Paula Robert dari Bangor University
  7. The Efford on Improvement of Soil Fertility for better Trees Growth on Ex-Mine Site of PT Bukit Asam, Indonesia disampaikan oleh Didik Suprayoga.

Sesi kedua ada 5 materi yang disampaikan dari berbagai Narasumber, yaitu :

  1. Spatio-temporal variability in mine water chemistry : challenges for effective management disampaikan oleh Graham Bird dari Bangor University
  2. Acid Mine Drainage Characterisation in Coal Mining in Indonesia disampaikan oleh Prof. Rudy Sayoga Gautama dari Departemen Teknik Pertambangan, Institut Teknologi Bandung
  3. GIS Remote Sensing to model hydrological pattern, source of AMD, soil characteristics and design of swamp forest for mine water management disampaikan oleh Armaiki Yusmur dari Institut Pertanian Bogor
  4. Bioremediation of Acid Mine Drainage from Coal Mining disampaikan oleh Tri Retnaningsih Soeprobowati, Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia.
  5. PT Bukit Asam Experience on Cultivation and Essential Oil Production of Melaleuca cajupati on Mine Reclamation Site disampaikan oleh PT Bukit Asam

Kegiatan hari pertama diakhiri pada sesi kedua dengan materi kelima yang disampaikan oleh Suhendi dari PT Bukit Asam  kemudian ditutup oleh Dr. Morag McDonald dari Bangor University.

Gambar 2. Kegiatan seminar ditutup oleh Prof. Morag Mc.Donald dari Bangor University

Hari kedua, peserta seminar diajak untuk mengunjungi PT Bukit Asam untuk melihat proses kegiatan penambangan di Tambang Air Laya. PTBA memiliki 3 wilayah operasi yaitu Tambang Air Laya, Tambang Muara Tiga Besar, dan Tambang Banko Barat yang mengadopsi metode penambangan terbuka (open pit mining).

Gambar 3. Tambang Air Laya

Setelah melihat proses kegiatan penambangan Tambang Air laya, peserta diajak untuk melihat lokasi lahan bekas sisa tambang dan tempat penelitian untuk menguji tumbuhan yang tahan terhadap tanah asam. Tanaman yang digunakan PT Bukit Asam pada lahan bekas sisa tambang salah satunya adalah Kayu Putih dan sudah diolah menjadi minyak kayu putih yang sudah didistribusikan.

Peserta juga diajak melihat lokasi pengendalian air asam tambang secara pasif yang menggunakan metode wetland. Dan lokasi terakhir peserta diajak melihat lokasi area pembibitan tanaman untuk lahan bekas tambang dan penangkaran kupu-kupu.

Gambar 4.  Kondisi Wetland di PT Bukit Asam
Gambar 5. Salah satu bibit tanaman yang dikelola oleh PT Bukit Asam

 


Disclaimer: You may use and re-use the information featured in this website (not including GES logos) without written permission in any format or medium under the Fair Use term. We encourage users to cite this website and author’s name when you use sources in this website as references. You can use citation APA citation format  as standard citation format. Any enquiries regarding the use and re-use of this information resource should be sent to [email protected]

Related Posts

Write a comment